About me

Foto saya
mahasiswa Universitas Gunadarma
Feeds RSS
Feeds RSS

Rabu, 24 November 2010

proses pembelian suatu produk


Proses Pembelian suatu Produk


Proses Pembelian suatu Produk. Seorang konsumen pada hakikatnya memiliki kebutuhan dan keinginan akan suatu barang. Untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya maka para konsumen akan melalui beberapa proses pembelian karena tersedianya berbagai macam pilihan barang  yang ada dipasaran. Proses pembelian barang ini lebih diutamakan pada barang yang lebih istimewa (harganya relatif tinggi) sehingga membutuhkan proses pembelian supaya barang tersebut sesuai dengan kualitas dan tingkat harga yang kita inginkan.
            Penulis menganalisis seorang konsumen yang berprofesi sebagai TNI dalam menentukan pembelian laptop. Umumnya, laptop sudah menjadi sebuah kebutuhan bagi sebagian pelajar, mahasiswa maupun berbagai profesi.  Penulis telah mewawancarai nara sumber yang bernama Putra. Putra menginginkan sebuah laptop karena tuntutan pekerjaannya sebagai TNI yang diharuskan untuk membimbing perwira-perwira baru tentang teori pertahanan. Laptop bagi Putra bukan sekedar keinginan tetapi sudah menjadi sebuah kebutuhan karena tanpa laptop pribadi Putra akan sulit untuk menjalankan tugasnya dalam membimbing perwira-perwira baru­­­.
                Sesuai kebutuhan dan keinginannya Putra harus melakukan  pembelian pada produk laptop karena laptop terdiri dari berbagai pilihan merk dan kualitas maka konsumen harus memikirkan laptop dengan merk dan kulitas apa yang diinginkan supaya produk yang di beli itu memuaskan dan penggunaanya sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Hal utama yang dilakukan konsumen (Putra) yaitu mencari informasi tentang harga dan kulitas dari berbagai merk laptop yang beredar dipasaran supaya ada acuan harga dan kualitas dalam pembeliannya. Teknologi yang sudah semakin canggih bisa dimanfaatkan untuk mencari informasi mengenai sebuah produk yang kita inginkan yaitu melalui internet, bisa juga melalui media cetak dan media elektronik lainnya. Informasi mengenai suatu produk juga bisa didapatkan melalui pengalaman orang-orang di sekitar.
            Penulis bertanya “Apa tujuan pembelian laptop bagi Saudara Putra?” Putra sebagai narasumber memiliki tujuan pembelian yang konkret untuk membeli sebuah laptop. Putra yang berprofesi sebagai TNI yang bertugas membimbing perwira-perwira baru dalam hal teori pertahanan dan keamanan sehingga Putra  membutuhkan laptop untuk membuat laporan/teori, mencari teori melalui internet (up to date),  mempresentasikan teori pada perwira-perwira bimbingannya.
            Putra  mengidentifikasi alternatif pembelian setelah dia medapatkan berbagai informasi. Putra merupakan konsumen yang teliti sehingga Putra terlebih dahulu mencari tau tingkat harga laptop yang dia inginkan di berbagai tempat seperti toko elektronik di pasar, penjual elektronik di pusat perbelanjaan (mal) dll. Dalam pengambilan keputusan pembelian, Putra memutuskan untuk membeli laptop Toshiba  seharga 10 juta di toko elektronik. Putra memilih merk Toshiba seharga 10 juta karena  membutuhkan laptop yang canggih sebagai tuntutan profesinya, Putra mendapat  informasi dari internet dan dari beberapa pengalaman temannya yang menggunakan laptop Toshiba. Putra lebih memilih membelinnya pada toko elektronik di pasar karena harganya lebih murah dibandingkan toko elektronik pada Pusat Perbelanjaan (maal).
            Melalui berbagai proses pembelian yang telah dibahas, kita sebagai konsumen memang harus mengetahui informasi yang lengkap mengenai suatu produk barang yang ingin kita beli supaya kita mendapatkan produk yang kualitas dan tingkat harganya sesuai.

perilaku pasar konsumen

Perilaku Pasar Konsumen
           
Perilaku pasar konsumen. Perilaku pasar adalah pola kebiasaan pasar meliputi proses (mental) pengambilan keputusan serta kegiatan fisik individual atau organisasional terhadap produk tertentu, konsisten selama periode waktu tertentu.  Pemahaman terhadap profil dan perilaku pasar akan menjelaskan tentang :
1.      Siapa, Apa, Berapa, Kapan, Dimana pembelian dilakukan
2.      Mengapa suatu produk dibeli (ditolak)?
3.      Bagaimana proses pembelian terjadi?
Siapa, Apa, Berapa, Kapan, Dimana pembeliannya, hal ini merupaka hal utama dalam proses perilaku pasar untuk pembelian suatu produk. jika kita ingin  membeli suatu  produk maka kita harus menyesuaikan produk tersebut untuk siapa saja (apakah cocok jika di pakai oleh kita?),  produk apa yang kita diinginkan, berapa banyak kita harus membeli produk tersebut  agar sesuai dengan kebutuhan, kapan produk tersebut ada di pasaran, dan di mana kita bisa mendapatkan produk yang kita ingingkan tersebut.  Penulis mengamati seorang konsumen remaja yang bernama Selly , Selly memilih produk shampo Loreal. Umumnya, shampo Loreal dipakai oleh wanita. Selly membeli 1 botol shampo Loreal setiap bulan. Produk shampo Loreal digunakan oleh Selly untuk keramas 1 kali dalam sehari. Shampo Loreal di beli Selly di supermarket atau di toko khusus kosmetik karena produk shampo Loreal tidak tersedia di warung biasa. Harga shampo Loreal yaitu Rp 30.000,00/botol. Shampo merupakan kebutuhan setiap hari bagi konsumen sehingga produk ini tersedia dipasaran kapan saja.
            Pengambilan keputusan (untuk membeli atau tidak membeli) seseorang dipengaruhi oleh faktor personal dan sosialnya. Faktor personal meliputi motivasi, persepsi, pemahaman, kepercayaan, sikap, dan kepribadian seseorang. Kehidupan personal seseorang dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya. Faktor sosial tersebut meliputi aspek kultur, subkultur, klas sosial, kelompok referensi, keluarga, serta peran dan status seseorang dalam kehidupan kelompok.
            Teori motivasi menurut Herzberg, motivasi seseorang melakukan kegiatan atau tindakan adalah usaha untuk mencapai tingkat kepuasan (faktor motivasi) dan atau untuk menekan rasa ketidakpuasan (faktor hijienik). Tiap konsumen memiliki motivasi yang berbeda-beda dalam pembelian suatu produk, motivasi ini dapat memperkuat keinginan konsumen untuk segera memiliki produk tersebut. Selly sebagai konsumen produk shampo Loreal memiliki motivasi pula dalam pembelian produk ini, Selly ingin rambut panjangnya halus dan berkilau seperti bintang iklannya shampo Loreal  yang bernama Dian Sastro.
            Persepsi adalah proses pemilihan, pengorganisasian, dan pengartian informasi berdasarkan pengalaman pribadi.  Persepsi tiap orang itu berbeda-beda tergantung dari sudut pandang dan pengalaman pribadinya. Selly meganggap shampo Loreal itu yang terbaik karena merupakan produk luar negri yang terkenal di beberapa negara. Pemahaman dan kepercayaan mengenai suatu produk juga merupakan proses perilaku konsumen dalam menentukan produk yang ingin dibeli. Lalu konsumen akan menentukan sikap mengenai suatu produk, sikap adalah penilaian relatif seseorang suatu obyek atau pemikiran tertentu secara konsisten, maka sebagai pemasar perlu melakukan usaha membentuk sikap konsumen agar tidak menolak produk maupun perusahaan.
            Peranan seseorang dalam proses pembelian menjadi hal penting, misalnya peranan pakar rambut internasional yang ikut menyarankan sebuah shampo Loreal yang identik dengan shampo berkelas dunia sangat berpengaruh terhadap penjualan produk shampo tersebut.  Model pengambilan keputusan (untuk membeli atau tidak membeli) oleh decider meliputi : (1) perumusan masalah, (2) pengumpulan informasi, (3) pengembangan dan penilaian alternatif, (4) penentuan alternatif terbaik atau pengambilan keputusan, dan kegiatan setelah keputusan diambil.  Selly sebagai konsumen produk shampo Loreal merumuskan berbagai pilihan shampo yang tersedia dipasaran, mencari informasi yang lengkap melalui iklan, internet, dan pengalaman teman serta keluarganya yang memakai produk shampo Loreal. Setelah mempertimbangkan dari  berbagai informasi lalu memutuskan pemakaian produk tersebut, karena Selly merasa cocok memakai produk shampo Loreal akhirnya Selly rutin membeli produk tersebut untuk memenuhi kebutuhannya.
    
Nara sumber         : Buku Dasar Pemasaran (Universitas Gunadarma)
Nama pembuat   : Teguh Budiaro
Tahun                    : 1993

     

           







Minggu, 21 November 2010

Bisnis Supermarket

Bisnis Supermarket

Bisnis supermarket. Perkembangan bisnis di Indonesia saat ini semakin maju salah satunya yaitu perkembangan bisnis supermarket yang merajalela. Berbagai merk supermarket bermunculan di masyarakat. Sebelum berkembangnya bisnis supermarket seperti saat ini, para konsumen banyak yang membeli kebutuhan sehari-harinya di pasar tradisional. Pasar tradisional menjual berbagai kebutuhan masyarakat, harganya cenderung terjangkau tetapi dari segi tempat, memang tidak senyaman supermarket serta pelayanannya terbatas pula. Saat ini konsumen banyak beralih ke supermarket untuk membeli kebutuhannya karena harganya terjangkau bahkan sering diadakan diskon. Di supermarket pelayanannya lebih memuaskan dan barang-barang yang dijual lebih lengkap di bandingkan pasar tradisional.
 
          Tingkat minat konsumen yang tinggi menjadikan supermarket ini sebagai lahan bisnis yang diincar oleh para pengusaha dan para investor yang akan menanamkan modalnya. Pengusaha yang sukses harus pintar-pintar memanfaatkan potensi bisnis yang maksimal sehingga  buktinya saat ini perkembangan  supermarket sangat signifikan.  Persaingan antar supermarket juga semakin tajam, supermarket yang unggul harus mengedepankan pelayanan yang baik serta harga pun harus sesuai karena konsumen saat ini lebih pintar untuk membandingkan tingkat harga dari satu supermarket ke supermarket lainnya. 

Saya sebagai konsumen juga menyadari persaingan yang tajam antara supermarket yaitu 2 merk supermarket ternama berada di lokasi kampus saya dan posisinya sangat berdekatan. Supermarket mudah ditemui di mana saja sehingga mempermudah para konsumen untuk memenuhi kebutuhannya bahkan kita tidak perlu menghabiskan waktu untuk ke pasar karena supermarket juga berada di dekat rumah penduduk. Bisnis supermarket bisa dikatakan cukup menjanjikan karena kebutuhan masyarakat itu tidak terbatas tetapi yang perlu diwaspadai yaitu daya saing yang tajam antar supermarket tersebut. 

By: Sartika 

Rabu, 17 November 2010

Tugas TI1c


Apakah Anda Pecinta Online ?

Pecinta Online. Penggunaan internet sudah menjadi hal yang lazim bagi semua kalangan, terutama untuk kalangan remaja yang up to date pastinya. Perkembangan zaman sudah semakin modern jadi kita harus menyesuaiakan dengan pekembangan yang ada supaya tidak gaptek (gagap tekhnologi). Internet juga menyajikan berbagai hal menarik,  seperti :
v  Games online
v  Facebook
v  YahooMassager
v  Twitter
v  Blog
v  Google dll.
 Umumnya para internet user  tidak  ingin ketinggalan hal-hal baru di internet , misalnya para user  yang sudah maniak sekali pada facebook dan games online terkadang kita sering lupa waktu, sepanjang hari selalu online karena rasa ketertarikan sehingga hal-hal yang lebih penting menjadi terabaikan.
            Jika kita tidak pintar-pintar membagi waktu, pasti banyak yang lebih penting menjadi terabaiakan. Saya sebagai mahasiswa juga merasakan dampak dari ketertarikan online, saya maniak pada facebook, twitter, YahooMassager apabila sudah online terkadang keasikan sendiri sampai sering begadang pula dan lupa dengan tugas-tugas dari dosen. Terbiasa online setiap hari menjadikan kita pengguna yang maniak, akan terasa janggal apabila tidak online satu hari saja karena hal ini sudah menjadi kebiasaan. Saat ini juga banyak sekali pecinta games online dari berbagai usia, mereka dapat menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer/laptop untuk menyalurkan hobinya tersebut. Online boleh saja asal kita tetap mengutamakan hal yang lebih penting dan tidak terlalu berlebihan onlinenya karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.