About me

Foto Saya
mahasiswa Universitas Gunadarma
Feeds RSS
Feeds RSS

Jumat, 25 Maret 2011

kebijakan fiskal


Analisis Kebijakan Fiskal

          Kebijakan fiskal. Perekonomian tidak selalu bergerak ke arah yang diinginkan. Untuk membawa perekonomian ke arah yang diinginkan tersebut pemerintah sering melaksanakan kebijaksanaan ekonomi makro. Yang dimaksud kebijaksanaan ekonomi makro (macroeconomic policy) adalah tindakan atau kebijaksanaan yang dijalankan oleh pemerintah dengan mempengaruhi variabel-variabel ekonomi.
          Masalah-masalah makro cukup banyak, antara lain: sumber-sumber daya yang tidak/belum dimanfaatkan sepenuhnya; fluktuasi ekonomi, inflasi, pengangguran dsb. Sedang tujuan yang ingin dicapai beragam pula, beberapa diantaranya adalah: tingkat pertumbuhan ekonomi yang memadai; penggunaan sumber daya tenaga kerja secara penuh; terhindarnya masyarakat dari goncangan-goncangan harga dan inflasi; distribusi pendapatan yang lebih adil dan merata, serta tujuan-tujuan umum lainnya.
          Untuk menghaddapi berbagai persoalan makro sekaligus mencapai sasaran-sasaran ekonomi makro tersebut ada dua kebijakan makro utama yang dapat di ambil, yaitu kebijaksanaan fiskal dan kebijaksanaan moneter. Kebijaksanaan ekonomi makro adalah salah satu kebijaksanaan ekonomi kakro yang dilaksanakan pemertintah dengan memanipulasi penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Dengan menambah atau mengurangi variabel-variabel yang dapat dikontrol oleh pemerintah , yaitu pajak (Tx), pengeluaran pemerintah (G) dan transfer (Tr), diharapkan masalah-masalah makro dapat diatasi dan sekaligus sasaran-sasaran ekonomi makro dapat pula dicapai.
Macam-macam kebijaksanaan fiskal:
1.   Kebijaksanaan anggaran berimbang
Kalau pajak mengakibatkan pendapatan nasional berkurang, maka transfer menyebabkan pendapatan nasional bertambah. Ini berarti seandainya pemerintah menetapkan kebijaksanaan menambah pajak dan transfer dalam jumlah yang sama, maka pendapatan nasional tidak akan mengalami perubahan.
2.   Kebijaksanaan fiskal built-in flexible
Dengan sistem built-in flexible ini jumlah pajak yang dikenakan bervariasi dengan pendapatan nasional. Artinya, jika pendapatan masyarakat kecil, jumlah pajak yang dikenakan juga kecil dan sebaliknya. Dengan cara seperti ini jumlah pajak yang dikumpulkan pemerintah dari masyarakat  biasanya sebanding (proporsional) denngan pendapatan nasional.
3.   Kebijaksanaan fiskal diskresioner
Secara sederhana kebijaksanaan fiskal diskresioner adalah kebijaksanaan pemerintah meningkatkan dan menurunkan pendapatan dan pengeluarannya dengan tujuan menciptakan suatu tingkat perekonomian yang diinginkan. Beberapa alternatif yang mungkin dilakukan ialah: (1) menaikan atau menurunkan pengeluaran pemerintah, (2) menaikan atau mengurangi pajak, dan (3) kombinasi dari kedua cara di atas.biasanya kebijaksanaan yang diambil tergantung dari permasalahan pokok yang dihadapi.


Sumber : penghantar ekonomi makro “Deliarnov”
Penerbit Universitas Indonesia (UI-PRESS), 1995

0 komentar:

Poskan Komentar