About me

Foto saya
mahasiswa Universitas Gunadarma
Feeds RSS
Feeds RSS

Jumat, 25 Februari 2011

jenuh ya kuliah !


Jenuh ya kuliah !
Jenuh? Ya mungkin sebagian mahasiswa mengalami ini, tidak hanya mahasiswa yang sudah bertahun-tahun kuliah kemungkinan mahasiswa yang barupun mempunyai sisi jenuh. Yang saya alami sebagai mahasiswa yang baru saja mulai masuk semeter 2 , rasa malas sudah menghampiri apalagi masa kuliah itu lebih free. Semasa SMA , tidak masuk beberapa hari saja , siap-siap diintrogasi oleh wali kelas, BK(bimbingan kesiswaan) bahkan bisa di panggil orang tua kalau sudah keterlaluan sering cabut. Ini kuliah sudah tidak zaman seperti itu, tinggal kesadaran diri masing-masing saja. Kalau sudah jenuh kuliah ya mudah saja tinggal cabut dan cari kesenangan lain. 

          Kenapa jenuh? Banyak berbagai faktor yang mempengaruhi yang namanya kuliah resikonya di buat pusing oleh tugas, lelah, malas. Kalau tidak bisa manag waktu pasti akan repot ya!  Mau mengutip kata-kata dari salah satu dosen saya yang bernama HERRY SUSSANTO “kalau tidak mau dipusingkan oleh tugas kuliah lebih baik tidak usah kuliah saja sekalian!” ya memang benar kutipan tadi, memang tugas kita utama sebagai mahasiswa ya belajar, mengerjakan tugas,dan mengembangkan kreativitas kita masing-masing.

          Jenuh kuliah memang sudah lumrah dialami setiap mahasiswa tapi cara menghadapi kejenuhan itu dari masing-masing pribadi, kalau kita punya semangat dan mau berusaha keras pasti bisa tetap enjoy dan mendapat ipk yang memuaskan. Lain cerita kalau kejenuhan itu dijadikan alasan untuk bermalas-malasan kuliah, kan tidak lucu yoo kalau jadi mahasiswa abadi malah tambah jenuh saja terlalu lama kuliah. Orang bijak bilang untuk meraih kesusksesan memang membutuhkan pejuangan ekstra, iya walaupun jenuh kita harus mau berusaha semoga masa kuliah ini bisa kita manfaatkan sebaik-baiknya dan bisa ikhlas menjalankan tugas sebagai mahasiswa.

Yang saya alami , jenuh juga kalau hanya kuliah pulang kuliah pulang, bagi yang berminat lebih baik menambah kegiatan organisasi dan apa saja pokoknya kegiatan positif di kampus, lumayan menambah teman, menambah pengalaman juga. Yap harus punya motivasi diri saja supaya tetap enjoy kuliah dan mendapat ipk yang memuaskan sehingga kesuksesan tercapai amin :).

Kata ketua kelas saya yang bernama Oo “kita sebagai mahasiswa buka penerus bangsa tapi pengubah bangsa ini menjadi lebih baik.” Amin :). Yoo TETAP SEMANGAT YA ! 
By sartika :)

Jumat, 18 Februari 2011

Keadaan Perekonomian Indonesia Sebelum Kemerdekaan


Keadaan Perekonomian Indonesia Sebelum Kemerdekaan

Belanda yang saat itu menganut paham Merkantilis benar-benar menancapkan kukunya di Hindia Belanda. Belanda melimpahkan wewenang untuk mengatur Hindia Belanda kepada VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie), sebuah perusahaan yang didirikan dengan tujuan untuk menghindari persaingan antar sesama pedagang Belanda, sekaligus untuk menyaingi perusahaan imperialis lain seperti EIC (Inggris).
Untuk mempermudah aksinya di Hindia Belanda, VOC diberi hak Octrooi, yang antara lain meliputi :
1. a.Hak mencetak uang
2. b.Hak mengangkat dan memberhentikan pegawai
3. c.Hak menyatakan perang dan damai
4. d.Hak untuk membuat angkatan bersenjata sendiri
5. e.Hak untuk membuat perjanjian dengan raja-raja
Hak-hak itu seakan melegalkan keberadaan VOC sebagai “penguasa” Hindia Belanda. Namun walau demikian, tidak berarti bahwa seluruh ekonomi Nusantara telah dikuasai VOC.
Kenyataannya, sejak tahun 1620, VOC hanya menguasai komoditi-komoditi ekspor sesuai permintaan pasar di Eropa, yaitu rempah-rempah. Kota-kota dagang dan jalur-jalur pelayaran yang dikuasainya adalah untuk menjamin monopoli atas komoditi itu. VOC juga belum membangun sistem pasokan kebutuhan-kebutuhan hidup penduduk pribumi. Peraturan-peraturan yang ditetapkan VOC seperti verplichte leverentie (kewajiban meyerahkan hasil bumi pada VOC ) dan contingenten (pajak hasil bumi) dirancang untuk mendukung monopoli itu. Disamping itu, VOC juga menjaga agar harga rempah-rempah tetap tinggi, antara lain dengan diadakannya pembatasan jumlah tanaman rempah-rempah yang boleh ditanam penduduk, pelayaran Hongi dan hak extirpatie (pemusnahan tanaman yang jumlahnya melebihi peraturan). Semua aturan itu pada umumnya hanya diterapkan di Maluku yang memang sudah diisolasi oleh VOC dari pola pelayaran niaga samudera Hindia.
Dengan memonopoli rempah-rempah, diharapkan VOC akan menambah isi kas negri Belanda, dan dengan begitu akan meningkatkan pamor dan kekayaan Belanda. Disamping itu juga diterapkan Preangerstelstel, yaitu kewajiban menanam tanaman kopi bagi penduduk Priangan. Bahkan ekspor kopi di masa itu mencapai 85.300 metrik ton, melebihi ekspor cengkeh yang Cuma 1.050 metrik ton.
Namun, berlawanan dengan kebijakan merkantilisme Perancis yang melarang ekspor logam mulia, Belanda justru mengekspor perak ke Hindia Belanda untuk ditukar dengan hasil bumi. Karena selama belum ada hasil produksi Eropa yang dapat ditawarkan sebagai komoditi imbangan,ekspor perak itu tetap perlu dilakukan. Perak tetap digunakan dalam jumlah besar sebagai alat perimbangan dalam neraca pembayaran sampai tahun 1870-an.
Pada tahun 1795, VOC bubar karena dianggap gagal dalam mengeksplorasi kekayaan Hindia Belanda. Kegagalan itu nampak pada defisitnya kas VOC, yang antara lain disebabkan oleh :
a.Peperangan yang terus-menerus dilakukan oleh VOC dan memakan biaya besar, terutama perang Diponegoro.
b.Penggunaan tentara sewaan membutuhkan biaya besar.
c.Korupsi yang dilakukan pegawai VOC sendiri.
d.Pembagian dividen kepada para pemegang saham, walaupun kas defisit.
Maka, VOC diambil-alih (digantikan) oleh republik Bataaf (Bataafsche Republiek).
Republik Bataaf dihadapkan pada suatu sistem keuangan yang kacau balau. Selain karena peperangan sedang berkecamuk di Eropa (Continental stelstel oleh Napoleon), kebobrokan bidang moneter sudah mencapai puncaknya sebagai akibat ketergantungan akan impor perak dari Belanda di masa VOC yang kini terhambat oleh blokade Inggris di Eropa.
Sebelum republik Bataaf mulai berbenah, Inggris mengambil alih pemerintahan di Hindia Belanda.

Pendudukan Inggris (1811-1816)
Inggris berusaha merubah pola pajak hasil bumi yang telah hampir dua abad diterapkan oleh Belanda, dengan menerapkan Landrent (pajak tanah). Sistem ini sudah berhasil di India, dan Thomas Stamford Raffles mengira sistem ini akan berhasil juga di Hindia Belanda. Selain itu, dengan landrent, maka penduduk pribumi akan memiliki uang untuk membeli barang produk Inggris atau yang diimpor dari India. Inilah imperialisme modern yang menjadikan tanah jajahan tidak sekedar untuk dieksplorasi kekayaan alamnya, tapi juga menjadi daerah pemasaran produk dari negara penjajah. Sesuai dengan teori-teori mazhab klasik yang saat itu sedang berkembang di Eropa, antara lain :
a.Pendapat Adam Smith bahwa tenaga kerja produktif adalah tenaga kerja yang menghasilkan benda konkrit dan dapat dinilai pasar, sedang tenaga kerja tidak produktif menghasilkan jasa dimana tidak menunjang pencapaian pertumbuhan ekonomi. Dalam hal ini, Inggris menginginkan tanah jajahannya juga meningkat kemakmurannya, agar bisa membeli produk-produk yang di Inggris dan India sudah surplus (melebihi permintaan).
b.Pendapat Adam Smith bahwa salah satu peranan ekspor adalah memperluas pasar bagi produk yang dihasilkan (oleh Inggris) dan peranan penduduk dalam menyerap hasil produksi.
c.The quantity theory of money bahwa kenaikan maupun penurunan tingkat harga dipengaruhi oleh jumlah uang yang beredar.
Akan tetapi, perubahan yang cukup mendasar dalam perekonomian ini sulit dilakukan, dan bahkan mengalami kegagalan di akhir kekuasaan Inggris yang Cuma seumur jagung di Hindia Belanda. Sebab-sebabnya antara lain :
a.Masyarakat Hindia Belanda pada umumnya buta huruf dan kurang mengenal uang, apalagi untuk menghitung luas tanah yang kena pajak.
b.Pegawai pengukur tanah dari Inggris sendiri jumlahnya terlalu sedikit.
c.Kebijakan ini kurang didukung raja-raja dan para bangsawan, karena Inggris tak mau mengakui suksesi jabatan secara turun-temurun.
Cultuurstelstel
Cultuurstelstel (sistem tanam paksa) mulai diberlakukan pada tahun 1836 atas inisiatif Van Den Bosch. Tujuannya adalah untuk memproduksi berbagai komoditi yang ada permintaannya di pasaran dunia. Sejak saat itu, diperintahkan pembudidayaan produk-produk selain kopi dan rempah-rempah, yaitu gula, nila, tembakau, teh, kina, karet, kelapa sawit, dll. Sistem ini jelas menekan penduduk pribumi, tapi amat menguntungkan bagi Belanda, apalagi dipadukan dengan sistem konsinyasi (monopoli ekspor). Setelah penerapan kedua sistem ini, seluruh kerugian akibat perang dengan Napoleon di Belanda langsung tergantikan berkali lipat.
Sistem ini merupakan pengganti sistem landrent dalam rangka memperkenalkan penggunaan uang pada masyarakat pribumi. Masyarakat diwajibkan menanam tanaman komoditas ekspor dan menjual hasilnya ke gudang-gudang pemerintah untuk kemudian dibayar dengan harga yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Cultuurstelstel melibatkan para bangsawan dalam pengumpulannya, antara lain dengan memanfaatkan tatanan politik Mataram–yaitu kewajiban rakyat untuk melakukan berbagai tugas dengan tidak mendapat imbalan–dan memotivasi para pejabat Belanda dengan cultuurprocenten (imbalan yang akan diterima sesuai dengan hasil produksi yang masuk gudang).
Bagi masyarakat pribumi, sudah tentu cultuurstelstel amat memeras keringat dan darah mereka, apalagi aturan kerja rodi juga masih diberlakukan. Namun segi positifnya adalah, mereka mulai mengenal tata cara menanam tanaman komoditas ekspor yang pada umumnya bukan tanaman asli Indonesia, dan masuknya ekonomi uang di pedesaan yang memicu meningkatnya taraf hidup mereka. Bagi pemerintah Belanda, ini berarti bahwa masyarakat sudah bisa menyerap barang-barang impor yang mereka datangkan ke Hindia Belanda. Dan ini juga merubah cara hidup masyarakat pedesaan menjadi lebih komersial, tercermin dari meningkatnya jumlah penduduk yang melakukan kegiatan ekonomi nonagraris.
Jelasnya, dengan menerapkan cultuurstelstel, pemerintah Belanda membuktikan teori sewa tanah dari mazhab klasik, yaitu bahwa sewa tanah timbul dari keterbatasan kesuburan tanah. Namun disini, pemerintah Belanda hanya menerima sewanya saja, tanpa perlu mengeluarkan biaya untuk menggarap tanah yang kian lama kian besar. Biaya yang kian besar itu meningkatkan penderitaan rakyat, sesuai teori nilai lebih (Karl Marx), bahwa nilai leih ini meningkatkan kesejahteraan Belanda sebagai kapitalis.



Jumat, 24 Desember 2010

dasar pemasaran




Dasar Pemasaran
1.     Jelaskan tentang perkembangan dari konsep pemasaran, dan berikan contoh penerapannya di bidang pemasaran produk / jasa tertentu.

Jawaban :

Konsep pemasaran perusahaan falsafah atau anggapan yang dipercaya oleh perusahaan sebagai dasar dari setiap kegiatannya untuk melayani kebutuhan konsumen. Perkembangannya adalah sebagai berikut :                       

a.     Konsep produksi adalah anggapan pemasar yang berorientasi kepada proses produksi bahwa konsumen hanya akan membeli produk-produk yang murah.
b.     Konsep produk adalah anggapan pemasar bahwa konsumen lebih menghendaki produk-produk yang berkualitas.
c.      Konsep penjualan adalah anggapan pemasar yang berorientasi kepada tingkat penjualan bahwa konsumen perlu dipengaruhi agar penjualan dapat meningkat sehingga tercapai profit maksimum sebagai tujuan perusahaan.
d.     Konsep pemasaran  adalah anggapan pemasar yang berorientasi kepada pelanggan bahwa konsumen hanya akan bersedia membeli produk-produk yang mampu memenuhi kebutuhan dan memberikan kepuasan.
e.      Konsep pemasaran yang memasyarakat adalah anggapan pemasar bahwa konsumen hanya bersedia membeli produk-produk yang mampu memenuhi kebutuhan serta kesejahteraan lingkungan sosial konsumen.
f.       Konsep pasar adalah anggapan pemasar yang berorientasi kepada pelanggan dan pesaing-pesaing perusahaan bahwa produsen perlu mempunyai keunggulan pasar yang bersaing untuk dapat memenuhi dan memuaskan pelanggan.

Perusahaan yang mempunyai konsep produksi, konsep produk, dan konsep penjualan mempunyai kepentingan internal perusahaan lebih dominan. Pada orientasi eksternal, pergeseran ke konsep pasar berarti menambah perhatian perusahaan pada kepentingan pesaing.

Contoh penerapannya di bidang pemasaran produk yaitu berbagai macam merk susu balita yang beredar dipasaran seperti SGM, dancow, susu bendera, bebelac dll, di pandang dari konsep pasar yang mengharuskan produsen memiliki keunggulan pasar yang bersaing untuk dapat memenuhi dan memuaskan pelanggan.





2.     Jelaskan tentang sistem dan lingkungan pemasaran secara lengkap dan gambarkan skemanya dan berikan contoh penerapannya di bidang pemasar produk/jasa tertentu.

Jawaban :

*    Sistem merupakan teori relatif yang berusaha menjelaskan pola keteraturan antar hubungan dan keterganntungan elemen-elemen yang membentuk secara keseluruhan. Sistem terbagi 3 :

a.     Sistem pertukaran adalah salah satu cara manusia untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan akan produk atau jasa tertentu.
b.     Sistem ekonomi adalah struktur dan pola keterkaitan antar pelaku-pelaku ekonomi yang saling melakukan transaksi pertukaran barang dan jasa.
c.      Sistem pemasaran adalah pola hubungan dari pelaku-pelaku kegiatan pemasaran yang mempunyai tujuan transaksional tertentu.


*    Lingkungan pemasaran
Struktur dari sistem pemasaran terbentuk dari dua komponen subsistem lingkungan utama, yaitu subsistem lingkungan internal dan subsistem lingkungan eksternal.

Lingkungan internal adalah kegiatan-kegiatan internal perusahaan yang dapat dikendalikan.
a.     Lingkungan internal-pemasaran yang meliputi :
Ø Product
Ø Price
Ø Promotion
Ø place
b.     Lingkungan internal-nonpemasaran yang meliputi :
Ø Produksi
Ø Personalia
Ø Keuangan
Ø Penelitian dan pengembangan
Ø Administrasi, dan sebagainya
Lingkungan eksternal adalah pengaruh-pengaruh tidak langsung yang berada di luar kekuasaan.
a.      Lingkungan eksternal makro yang meliputi :
Ø Kondisi perekonomian
Ø Hukum, politik dan peraturan pemerintah
Ø Kependudukan dan keseimbangan lingkungan
Ø Teknologi
Ø Sosial dan kebudayaan
b.     Lingkungan eksternal mikro yang meliputi :
Ø Pemasok
Ø Pesaing
Ø Perantara
Ø Pasar
Contoh penerapannya di bidang pemasaran produk yaitu suatu perusahaan memanfaatkan peluang dengan memproduksi kursi lipat serbaguna, sasaran utama pemasarannya adalah para pengguna kereta api yang memerlukan kursi lipat.

                                  

3.     Faktor-faktor lingkungan apa saja membentuk sistem pemasaran dan berikan salah satu contoh yang menjelaskan pengaruh perubahan lingkungan pemasaran terhadap kegiatan pemasaran suatu produk / jasa tertentu.
Jawaban :
Lingkungan internal adalah kegiatan-kegiatan internal perusahaan yang dapat dikendalikan.
c.      Lingkungan internal-pemasaran yang meliputi :
Ø Product
Ø Price
Ø Promotion
Ø place
d.     Lingkungan internal-nonpemasaran yang meliputi :
Ø Produksi
Ø Personalia
Ø Keuangan
Ø Penelitian dan pengembangan
Ø Administrasi, dan sebagainya
Lingkungan eksternal adalah pengaruh-pengaruh tidak langsung yang berada di luar kekuasaan.
c.       Lingkungan eksternal makro yang meliputi :
Ø Kondisi perekonomian
Ø Hukum, politik dan peraturan pemerintah
Ø Kependudukan dan keseimbangan lingkungan
Ø Teknologi
Ø Sosial dan kebudayaan
d.     Lingkungan eksternal mikro yang meliputi :
Ø Pemasok
Ø Pesaing
Ø Perantara
Ø Pasar


Contoh  pengaruh  perubahan lingkungan pemasaran terhadap  kegiatan pemasaran suatu produk yaitu konsumen yang sibuk lebih memilih menggunakan produk yang praktis, misalnya menggunakan cosmos yang dapat memanaskan nasi sekaligus memasak nasi sehingga permintaan akan panci untuk memasak nasi dalam pemasarannya kurang diminati karena tidak praktis.


4.     Jelaskan tentang perilaku pasar konsumen dengan menggunakan salah satu model proses pengambilan keputusan pembelian dan gambarkan skemanya serta berikan contoh penerapannya pada proses pengambilan keputusan pembelian suatu produk tertentu.
Jawaban :
Model proses pengambilan keputusan
Ø Masalah : adanya kesenjangan antara keadaan sekarang dengan keadaan yang diharapkan.
Ø Informasi : Informasi diperlukan untuk pendukung dasar pengambilan keputusannya.
Ø Evaluasi alternatif : alternatif membeli atau tidak membeli produk tertentu, dipengaruhi oleh pertimbangan atribut produk.
Ø Keputusan : hasil evaluasi alternatif adalah penentuan keputusan membeli atau keputusan tidak membeli sesuatu.
Ø Perilaku tindak-lanjut setelah pembelian : pengalaman setelah pembelian merupakan masukan memperkuat atau memperlemah perilaku pembelian kemudian.
Contoh penerapannya pada proses pengambilan keputusan pembelian suatu produk tertentu yaitu seorang konsumen shampo bernama Sely memilih produk shampo Loreal dari berbagai macam shampo yang beredar dipasaran. Awalnya Sely memilih shampo tersebut karena pengaruh iklan dan diperkuat oleh dorongan kakaknya yang sudah mencoba shampo Loreal. Selly merasa cocok memakai shampo Loreal sehingga berlangganan setiap bulannya membeli 1 botol shampo tersebut.

5.     Faktor-faktor apa saja yang memengaruhi proses keputusan pembelian suatu produk / jasa dan berikan penerapannya pada proses pengambilan keputusan pembelian suatu produk / jasa tertentu.
Jawaban :
Pengambilan keputusan seseorang dipengaruhi oleh faktor personal  dan sosialnya.
*    Faktor personal :
Ø Motivasi
Ø  Persepsi
Ø pemahaman
Ø kepercayaan
Ø sikap
Ø kepribadian seseorang

*    faktor  sosialnya yang meliputi aspek
Ø aspek kultur
Ø subkultur
Ø klas sosial
Ø kelompok referensi
Ø keluarga
Ø peran dan status
Contoh penerapannya pada proses pengambilan keputusan pembelian suatu produk tertentu yaitu misalnya motivasi seseorang membeli baju bermerk terkenal sebenarnya adalah karena untuk dapat diterima dalam kelompok masyarakat kalangan tertentu.